Paradigma Perancangan Perangkat Lunak

Dalam bahasan topik ini, kata paradigma berarti memiliki arti model atau methodology apa yang akan diterapkan. Sementara pereancangan perangkat linak adalah disiplin manajerial dan teknis yang berkaitan dengan pembuatan dan pemeliharaan produk perangkat lunak secara sistematis, termasuk pengembangan dan modifikasiny, yang dilakukan pada waktu yang tepat dan dengan mempertimbangkan factor biaya. Tujuan perancangan perangkat lunak adalah untuk memperbaiki kualitas produk perangakat lunak, meningkatkan produktivitas, serta memuaskan teknisi perangkat lunak.

Dari penjelesan diatas dapat ditarik kesimpulan mengenai paradigma perancangan perangkat lunak ialah untuk membuat sebuah produk perangkat lunak diperlukan elemen-elemen pendukung seperti mengenai disiplin manajerial dan teknis yang berkaitan dengan pembuatan dan pemeliharaan secara sistematis dan juga menggunakan methodology pendukung sehingga menghasilkan produk yang sesuai dengan apa yang diinginkan.

Paradigma dalam perancangan perangkat lunak mempunyai beberapa model yang sudah dipublikasikan oleh peneliti, salah satunya adalah model Waterfall/Linear Sequential Model.

Waterfall Model/Linear Sequential Model

Dalam System Development Life-Cycle (SDLC) terdapat model waterfall. Model ini sering disebut “model air terjun” dan juga merupakan model yang paling tua atau model klasik dalam perancangan perangkat lunak. Ciri dari model waterfall adalah dalam pengerjaan perancangan perangkat lunak dilakukan secara sistematis yaitu memiliki beberapa fase yang tiap fase tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum meneruskan pengerjaan ke fase berikutnya.

Secara garis besar model waterfall mempunyai fase-fase sebagai berikut:

Analisis, Desaign, Code dan Testing, Penerapan dan Pemeliharaan

waterfall

(Gambar) Fase-fase Model Waterfall (Ian Sommerville).

1.Analisa kebutuhan (Requirement Analysis)/(Requirements analysis and definition)

Langkah ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem.Pengumpulan data dalam tahap ini bisa malakukan sebuah penelitian, wawancara atau study literatur.Seorang system analis akan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari user sehingga akan tercipta sebuah system komputer yang bisa melakukan tugas-tugas yang diinginkan oleh user tersebut. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen user requirement atau bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan keinginan user dalam pembuatan sistem. Dokumen inilah yang akan menjadi acuan system analis untuk menterjemahkan kedalam bahasa pemprogram.

2. Design sistem (System Design)

Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan kesebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada :struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang disebut software requirment. Dokumen inilah yang akan digunakan programmer untuk melakukan aktivitas pembuatan sistemnya.

3. Coding & Testing/penulisankode Program (Implementation)

Coding merupakan penerjemahan design dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer.Dilakukan oleh programmer yang akan meterjemahkan transaksi yang diminta oleh user. Tahapan inilah yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu sistem.Dalam artian penggunaan computer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat tadi. Tujuan testing adalah menemukan kesalahan-kesalahan terhadap system tersebut dan kemudian bisa diperbaiki.

4. Penerapan / pengujian program (Integration & Testing)

Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah sistem.Setelah melakukan analisa, design dan pengkodean maka sistem yang sudah jadiakan digunakan oleh user.

5. Pemeliharaan (Operation & Maintenance)

Perangkat lunak yang sudah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan dengan lingkungan (periperal atau system operasi baru) baru, atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional.

Kekurangan dan Kelebihan menggunakan model waterfall

Kekurangan

Pada pengerjaan suatu projek jika menginginkan adanya suatu perubahan disaat berada di pertengahan perjalan proyek berlangsung maka team yang mengerjakan proyek tersebut akan menjadi bingung, karena:

  • Dalam model waterfall setiap tahapan harus dikerjakan secara urut atau dikerjakan tiap fase secara sistematis, apabila tahap pertama belum selesai maka tidak bisa melanjutkan ketahap selanjutnya jadi harus diselesaikan terlebih dahulu. Hal tersebut membuat membutuhkan time line lebih dari target timeline yang sudah ditentukan diawal proyek.
  • Para developer harus menunggu anggota tim proyek yang menangani analisis kebutuhan atau requirement menuntaskan pekerjaannya sehingga akan membuat para developer mempunyai waktu yang banyak untuk menganggur.
  • Semua kebutuhan atau requirement pada model waterfall harus didesripsikan detail sejak awal sebelum dibuat. Tetapi Apabila kostumer menginginkan adanya perubahan kebutuhan yang maka akan sulit dilakukan
  • Waterfall pada umumnya digunakan untuk rekayasa sistem perangkat lunak berkapasitas besar dimana proyek dikerjakan di beberapa tempat berlainan, dan terbagi menjadi beberapa bagian sub-proyek

Kelebihan

Ada beberapa kelebihan dari model waterfall

  • Model ini akan memudahkan para pengembang perangkat lunak untuk menetapkan tanggung jawab, memonitor penjadwalan proyek serta akuntabilitas peran personal dalam proyek perangkat lunak.
  • Model waterfall ini sangat cocok untuk diterapakan jika semua kebutuhan sudah terpenuhi jauh sebelum model dibuat.
  • Kualitas produk yang dihasilkan menggunakan model ini akan sangat baik. Karena urutan proses pengerjaannya lebih teratur dan sistematis
  • Jadwal atau time line pengerjaan proyek lebih teratur dan pasti.
  • Menghasilkan template atau dokumen tentang metode anaisis, pegkodean, pengujian, design, serta pemeliharan sangat terorganisir.

 

Kasus yang tepat menggunakan Model Waterfall

Teori-teori lama menyimpulkan ada beberapa hal menyebabkan model waterfall dapat digunakan ,yaitu salah satunya ialah ketika semua persyaratan sudah dipahami dengan baik di awal pengembangan

 

Kasus tidak tepat mengunakan Waterfall Model

Salah satu contoh penggunaan yang tidak sesuai dengan waterfall yaitu kurva hasil/kerugian bisa bervariasi.

Sumber:

Paradigma Perancangan Perangkat Lunak

Dalam bahasan topik ini, kata paradigma berarti memiliki arti model atau methodology apa yang akan diterapkan. Sementara pereancangan perangkat linak adalah disiplin manajerial dan teknis yang berkaitan dengan pembuatan dan pemeliharaan produk perangkat lunak secara sistematis, termasuk pengembangan dan modifikasiny, yang dilakukan pada waktu yang tepat dan dengan mempertimbangkan factor biaya. Tujuan perancangan perangkat lunak adalah untuk memperbaiki kualitas produk perangakat lunak, meningkatkan produktivitas, serta memuaskan teknisi perangkat lunak.

Dari penjelesan diatas dapat ditarik kesimpulan mengenai paradigma perancangan perangkat lunak ialah untuk membuat sebuah produk perangkat lunak diperlukan elemen-elemen pendukung seperti mengenai disiplin manajerial dan teknis yang berkaitan dengan pembuatan dan pemeliharaan secara sistematis dan juga menggunakan methodology pendukung sehingga menghasilkan produk yang sesuai dengan apa yang diinginkan.

Paradigma dalam perancangan perangkat lunak mempunyai beberapa model yang sudah dipublikasikan oleh peneliti, salah satunya adalah model Waterfall/Linear Sequential Model.

Waterfall Model/Linear Sequential Model

Dalam System Development Life-Cycle (SDLC) terdapat model waterfall. Model ini sering disebut “model air terjun” dan juga merupakan model yang paling tua atau model klasik dalam perancangan perangkat lunak. Ciri dari model waterfall adalah dalam pengerjaan perancangan perangkat lunak dilakukan secara sistematis yaitu memiliki beberapa fase yang tiap fase tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum meneruskan pengerjaan ke fase berikutnya.

Secara garis besar model waterfall mempunyai fase-fase sebagai berikut:

Analisis, Desaign, Code dan Testing, Penerapan dan Pemeliharaan

 

 

 

 

 

 

 

(Gambar) Fase-fase Model Waterfall (Ian Sommerville).

1.Analisa kebutuhan (Requirement Analysis)/(Requirements analysis and definition)

Langkah ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem.Pengumpulan data dalam tahap ini bisa malakukan sebuah penelitian, wawancara atau study literatur.Seorang system analis akan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari user sehingga akan tercipta sebuah system komputer yang bisa melakukan tugas-tugas yang diinginkan oleh user tersebut. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen user requirement atau bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan keinginan user dalam pembuatan sistem. Dokumen inilah yang akan menjadi acuan system analis untuk menterjemahkan kedalam bahasa pemprogram.

2. Design sistem (System Design)

Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan kesebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada :struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) prosedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang disebut software requirment. Dokumen inilah yang akan digunakan programmer untuk melakukan aktivitas pembuatan sistemnya.

3. Coding & Testing/penulisankode Program (Implementation)

Coding merupakan penerjemahan design dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer.Dilakukan oleh programmer yang akan meterjemahkan transaksi yang diminta oleh user. Tahapan inilah yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu sistem.Dalam artian penggunaan computer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat tadi. Tujuan testing adalah menemukan kesalahan-kesalahan terhadap system tersebut dan kemudian bisa diperbaiki.

4. Penerapan / pengujian program (Integration & Testing)

Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah sistem.Setelah melakukan analisa, design dan pengkodean maka sistem yang sudah jadiakan digunakan oleh user.

5. Pemeliharaan (Operation & Maintenance)

Perangkat lunak yang sudah disampaikan kepada pelanggan pasti akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan dengan lingkungan (periperal atau system operasi baru) baru, atau karena pelanggan membutuhkan perkembangan fungsional.

Kekurangan dan Kelebihan menggunakan model waterfall

Kekurangan

Pada pengerjaan suatu projek jika menginginkan adanya suatu perubahan disaat berada di pertengahan perjalan proyek berlangsung maka team yang mengerjakan proyek tersebut akan menjadi bingung, karena:

  • Dalam model waterfall setiap tahapan harus dikerjakan secara urut atau dikerjakan tiap fase secara sistematis, apabila tahap pertama belum selesai maka tidak bisa melanjutkan ketahap selanjutnya jadi harus diselesaikan terlebih dahulu. Hal tersebut membuat membutuhkan time line lebih dari target timeline yang sudah ditentukan diawal proyek.
  • Para developer harus menunggu anggota tim proyek yang menangani analisis kebutuhan atau requirement menuntaskan pekerjaannya sehingga akan membuat para developer mempunyai waktu yang banyak untuk menganggur.
  • Semua kebutuhan atau requirement pada model waterfall harus didesripsikan detail sejak awal sebelum dibuat. Tetapi Apabila kostumer menginginkan adanya perubahan kebutuhan yang maka akan sulit dilakukan
  • Waterfall pada umumnya digunakan untuk rekayasa sistem perangkat lunak berkapasitas besar dimana proyek dikerjakan di beberapa tempat berlainan, dan terbagi menjadi beberapa bagian sub-proyek

 

Kelebihan

Ada beberapa kelebihan dari model waterfall

  • Model ini akan memudahkan para pengembang perangkat lunak untuk menetapkan tanggung jawab, memonitor penjadwalan proyek serta akuntabilitas peran personal dalam proyek perangkat lunak.
  • Model waterfall ini sangat cocok untuk diterapakan jika semua kebutuhan sudah terpenuhi jauh sebelum model dibuat.
  • Kualitas produk yang dihasilkan menggunakan model ini akan sangat baik. Karena urutan proses pengerjaannya lebih teratur dan sistematis
  • Jadwal atau time line pengerjaan proyek lebih teratur dan pasti.
  • Menghasilkan template atau dokumen tentang metode anaisis, pegkodean, pengujian, design, serta pemeliharan sangat terorganisir.

 

Kasus yang tepat menggunakan Model Waterfall

Teori-teori lama menyimpulkan ada beberapa hal menyebabkan model waterfall dapat digunakan ,yaitu salah satunya ialah ketika semua persyaratan sudah dipahami dengan baik di awal pengembangan

 

Kasus tidak tepat mengunakan Waterfall Model

Salah satu contoh penggunaan yang tidak sesuai dengan waterfall yaitu kurva hasil/kerugian bisa bervariasi.

 

 

Sumber:

http://otaknakal.blogspot.com/2013/09/sistem-informasi-metode-waterfall.html

http://ajuarna.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/4927/PerancanganPerangkatLunak.pdf

 

Perbedaan antara Sistem Operasi dan Platform

Sistem Operasi

Sistem operasi adalah tools atau program yang sangat penting untuk menjalankan (running) computer dan juga bertindak sebagai perantara antara user dan perangkat keras computer. Sistem Operasi digunakan untuk mempermudah menyelesaikan permasalahan user dan mengeksekusi program. Pada dasarnya sistem operasi menjankan tugasnya seperti input dari keyboard, keluaran output pada tampilan display (monitor), penyimpanan (directories) file, dan mengontrol atau mengatur penggunaan device seperti drivers dan printer.

Sistem Operasi bisa diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Multi-User        : memungkinkan dua atau lebih user dapat menjalankan program secara bersamaan.
  • Multiprocessing: pendukung untuk menjalankan program lebih dari satu CPU.
  • Multiprocessing: memungkinkan lebih dari satu program berjalan secara bersamaan.
  • Multithreading: memungkinkan bagian yang berbeda pada satu program berjalan secara bersamaan
  • Realtime

Sistem operasi itu mempunyai responsibilities dan power sehingga membuat banyak program bisa dijalankan (running) atau dibuka secara bersamaan. Sistem Operasi juga responsible terhadap keamanan atau security sehingga user yang lain yang tidak diizinkan untuk akses ke system.

Sistem operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian:

  • Mekanisme Boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory
  • Kernel, yaitu inti dari sebuah Sistem Operasi
  • Command Interpreter atau Shell, yang bertugas membaca input dari pengguna kemudian diterjemahkan sehingga dapat dimengerti oleh mesin
  • Pustaka-pustaka, yaitu menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh aplikasi lain
  • Driver, untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus mengontrolnya

Contoh OS: Windows, Linux, MAC OS.

Sumber:

  • http://jejakjari007.blogspot.com/2008/09/kumpul-kumpul-makalah.html
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_operasi
  • http://www.webopedia.com/TERM/O/operating_system.html

Platform

Lintas platform adalah istilah dalam teknologi informasi mengenai sebuah perangkat lunak (software) yang dapat digunakan di beberapa sistem operasi yang berbeda (Microsoft Windows, Linux, Mac OS, BSD dan lain sebagainya). Umumnya perangkat lunak yang memiliki kemampuan lintas platform adalah perangkat lunak bebas.

Contoh perangkat lunak yang memiliki kemampuan lintas platform ini antara lain: Apache HTTP Server, MySQL, PHP, dll.

Platform adalah sekelompok teknologi yang digunakan sebagai dasar di mana aplikasi, proses atau teknologi dikembangkan. Dalam komputasi personal, platform adalah perangkat keras dasar dan perangkat lunak pada aplikasi perangkat lunak yang dapat dijalankan. Komputer menggunakan spesifik Central Processing Unit (CPU) yang dirancang untuk menjalankan kode bahasa mesin yang spesifik. Agar komputer untuk menjalankan aplikasi perangkat lunak, aplikasi harus dalam bahasa mesin kode-biner yang CPU. Dengan demikian, secara histori, program aplikasi yang ditulis untuk satu platform tidak akan bekerja pada platform yang berbeda.

Sumber:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Lintas_platform
  • http://www.techopedia.com/definition/3411/platform

 

Kesimpulan:

Jadi perbedaan antara system operasi dan platform adalah platform itu mengandung Sistem Operasi (Windows, dll), runtime libraries dan arsitektur, yang dianalogikan bahwa Sistem Operasi itu merupakan suatu aplikasi yang berjalan di Platform. Platform bergantung pada Sistem Operasi apa yang digunakan. Sedangkan sistem operasi mempunyai peran lebih besar, yaitu penghubung antara aplikasi dengan perangkat keras, dan perangkat lunak yang bertugas mengelola sumber daya di dalam Komputer dan menyediakan layanan antar muka bagi user untuk mengakses sumber daya di dalam platform tertentu.

2 Operating System pada Desktop dan pada Mobile

Operating System Desktop

Disini saya akan menjelaskan sedikit pengetahuan saya tentang pengalaman menggunakan windows 7 dan 8.  Sejak kemunculannya windows 8 pada akhir 2012 silam, apakah kebeeradaan windows 7 hilang?

Tidak dipungkiri semakin berkembangnya kemajuan ilmu dan teknologi, kebutuhan akan efektif dan efisiensi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat pun semakin tinggi. Sehingga pihak windows meluncurkan produk barunya yaitu windows 8.

Menurut saya, Pada windows 8 terdapat fitur-fitur yang lebih unggul dibandingkan dengan windows 7 yaitu terdapatnya fitur flight mode, boot yang lebih cepat, serta menggunakan gambar pada password dan masih banyak lagi yang lainnya. Sayangnya masih banyak masyarakat  yang belum terbiasa menggunakan windows 8.

Berbeda halnya dengan windows 7. Pada OS ini, menurut saya terdapat keunggulan juga dibandingkan dengan windows 8 misalnya hampir aplikasi/software banyak yang support untuk windows 7 dibandingkan windows 8 sehingga masyarakat secara umum masih banyak yang menggunakan OS windows 7.

Tetapi pihak windows pernah menghimbau kepada pengguna windows yang masih menggunakan windows 7 untuk beralih secara paksa ke windows 8.

 

Operating System Mobile

Semakin berkembangnya kemajuan ilmu dan teknologi yang semakin cepat, maka semakin banyaknya juga Operating System pada mobile. Disini saya juga akan menjelaskan sedikit pengetahuan saya tentang pengalaman menggunakan Operating System pada Mobile yaitu IOS dan Blackberry.

Gadget yang sekarang saya gunakan adalah produk dari Apple dan Blackberry.

Untuk Apple menggunakan OS IOS. Banyak fitur-fitur yang lebih ungguk dibandingkan dengan Blackberry. IOS memiliki banyak aplikasi yang bisa digunakan oleh pengguna IOS, selain itu juga tampilan pada IOS lebih unggul. Tampilan pada IOS memiliki ketajaman pixel sehingga lebih tajam warnanya.

Menu-menu pada IOS juga lebih user friendly dibandingkan dengan Blackberry sehingga penggunanya lebih tertarik dan sengan menggunakan produk IOS ini.

Tetapi pada Blackberry juga memiliki keunggulan dari pada IOS. misalnya aplikasi Blackberry Messenger (BBM). Aplikasi BBM masih banyak digunaakan oleh kalangan masyarakat untuk membantu berkomunikasi antar kerabat, tetangga dan sodara..

Tetapi dibandingkan dengan operating system Blackberry, saya lebih memilih operating system IOS karena memiliki aplikasi yang banyak, ketajaman warna, dan user friendly.

Sekian penjelasan singkat dari saya tentang Operating System pada Desktop dan Mobile.

Selamat Menulis

Selamat Datang di Dunia Blog, dan selamat menulis…

Pengelola blog kembali mengingatkan akan peraturan pemakaian Blog Universitas Widyatama Bandung adalah sebagai berikut :

  1. Blog ini merupakan milik Universitas Widyatama termasuk didalamnya seluruh sub domain yang digunakan sehingga apa yang terdapat didalam blog ini secara umum akan mengikuti aturan dan kode etik yang ada di Universitas Widyatama Bandung.
  2. Blog ini dibuat dengan menggunakan aplikasi pihak ke tiga (WordPress), dan lisensi plugin plugin didalamnya terikat terhadap developer pembuat plugin tersebut.
  3. Blog ini dapat digunakan oleh Karyawan, Dosen dan Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung.
  4. Dilarang melakukan registrasi username atau site/subdomain blog dengan menggunakan kata yang tidak pantas.
  5. Dilarang memasukkan konten dengan unsur SARA, pornografi, pelecehan terhadap seseorang ataupun sebuah institusi.
  6. Dilarang menggunakan blog ini untuk melakukan transaksi elektronik dan pemasangan iklan.
  7. Usahakan sebisa mungkin untuk melakukan embed video atau gambar di bandingkan dengan melakukan upload secara langsung pada server.
  8. Pelanggaran yang dilakukan akan dikenakan sanksi penutupan blog dan atau sanksi yang berlaku pada aturan Universitas Widyatama sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.
  9. Administrator berhak melakukan pembekuan account tanpa pemberitahuan terlebih dahulu jika dianggap ada hal hal yang melanggar peraturan.
  10. Aturan yang ada dapat berubah sewaktu waktu.

Beberapa Link terkait Universitas Widyatama

  1. Fakultas Ekonomi – http://ekonomi.widyatama.ac.id
  2. Fakultas Bisnis & Manajemen – http://manajemen.widyatama.ac.id
  3. Fakultas Teknik – http://teknik.widyatama.ac.id
  4. Fakultas Desain Komunikasi Visual – http://dkv.widyatama.ac.id
  5. Fakultas Bahasa – http://bahasa.widyatama.ac.id

Layanan Digital Universitas Widyatama

  1. Biro Akademik – http://akademik.widyatama.ac.id
  2. Rooster Kuliah – http://rooster.widyatama.ac.id
  3. Portal Mahasiswa – http://mhs.widyatama.ac.id
  4. Portal Dosen – http://dosen.widyatama.ac.id
  5. Digital Library – http://dlib.widyatama.ac.id
  6. eLearning Portal – http://learn.widyatama.ac.id
  7. Dspace Repository – http://repository.widyatama.ac.id
  8. Blog Civitas UTama – http://blog.widyatama.ac.id
  9. Email – http://email.widyatama.ac.id
  10. Penerimaan Mahasiswa Baru – http://pmb.widyatama.ac.id/online

Partner UTama

  1. Putra International College – http://www.iputra.edu.my
  2. Troy University – http://www.troy.edu
  3. Aix Marsielle Universite – http://www.univ-amu.fr
  4. IAU – http://www.iau-aiu.net/content/institutions#Indonesia
  5. TUV – http://www.certipedia.com/quality_marks/9105018530?locale=en
  6. Microsoft – https://mspartner.microsoft.com/en/id/Pages/index.aspx
  7. Cisco – http://www.cisco.com/web/ID/index.html
  8. SAP – http://www.sap.com/asia/index.epx
  9. SEAAIR – http://www.seaair.au.edu

Academic Research Publication

  1. Microsoft Academic  –  http://academic.research.microsoft.com/Organization/19057/universitas-widyatama?query=universitas%20widyatama
  2. Google Scholar – http://scholar.google.com/scholar?hl=en&q=Universitas+Widyatama&btnG=

Info Web Rangking

  1. Webometric – http://www.webometrics.info/en/detalles/widyatama.ac.id
  2. 4ICU – http://www.4icu.org/reviews/10219.html